<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9344334</id><updated>2011-04-21T13:42:12.264-07:00</updated><title type='text'>Lubang Hitam</title><subtitle type='html'>setiap jiwa adalah lubang hitam -- ruang tak terjamah yang menyeretmu dalam gelap dan tanya.
yang menyimpan rahasia tentangmu.
yang menguasai tidur dan mimpimu.
yang kadang tak lagi kau kenali, kecuali
sebagai aroma pekat yang mengambang di hidungmu.

setiap jiwa adalah lubang hitam -- yang menjarah sejarah dan 

masadepanmu.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lubanghitam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lubanghitam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Miranda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06810346183477661031</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9344334.post-111565537782004071</id><published>2005-05-09T09:13:00.000-07:00</published><updated>2005-05-09T09:16:17.826-07:00</updated><title type='text'>.1 - jendela BIDIK</title><content type='html'>Jakarta, 20 Januari&lt;br /&gt;Matahari menerobos kisi jendela apartemen. Dipantulkan oleh debu, lalu jatuh menimpa sudut meja, ujung karpet, dan sebagian lengan yang terkulai. Lando terduduk di tepi kasur. Kepalanya terasa berat. Setiap pagi. Beban yang sama, yang menggendam otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;₪&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalin merapikan seragam kerjanya. Harum aroma roti bakar isi telur buatan neneknya memanggil-manggil. Perut Kalin keroncongan. &lt;br /&gt;“Cepat Kalin, ntar lagi rotimu dingin, lho!” seruan Eyang serta-merta membuat tangan Kalin bergerak lebih cepat menyisir rambut. &lt;br /&gt;“Ya, Eyang!” Ia buru-buru menyambar tasnya dan keluar kamar setengah berlari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;₪&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lando bergerak malas. Meregangkan tubuh, menguap, bangkit dari kasur dan berjalan pelan menuju dapur. Sebentar berkutat mencari sebungkus kopi krim instan di dalam kitchen set, lalu meraih mug berwarna hitam. Secangkir kopi akan melarutkan sakit kepalanya bersama ‘muatan-pagi’ yang terbuang di kloset. Lagi-lagi laki-laki itu menguap panjang. Aroma kopi panas meruyak hidungnya, begitu nikmat, tapi kepalanya masih terus berdenyut. Lando meringis kecil. Tanpa sadar membanting pintu kitchen set, menimbulkan bunyi ‘blaakk’ yang keras. &lt;br /&gt;Ia menyeret langkah, dengan mug berisi kopi masih mengepul di tangan. Menaiki tangga menuju rooftop apartemen, tempat sarapan favoritnya, di mana ia bisa melihat atap rumah-rumah di sekitarnya, ujung-ujung pohon yang mencuat di antara gedung, dan berisik jalanan padat di bawah. &lt;br /&gt;Lando memandang langit, mengernyit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another day, thank’s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;₪&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalin berjalan tergesa menyusur trotoar di tepian jalan Sudirman. Seulas senyum kecil tersungging di bibirnya. Dari tubuhnya menguar aura penuh semangat. Pagi selalu berhasil mengembalikan mood-nya. Ia tak peduli Jakarta ruwet, dengan udara penuh polusi dan kejahatan yang mengintai dari mana-mana, selayaknya kota-kota metropolitan lain. Ia hanya tahu, kesal dan lelah semalam selalu larut terhisap mimpi, meninggalkan ampas yang terbuang di toilet setiap pagi. &lt;br /&gt;Kalin berhenti dan mendongak. Menatap langit.&lt;br /&gt;“Terima kasih buat hari ini!” &lt;br /&gt;Kalin tersenyum. Kembali berjalan menuju halte busway Setiabudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi krim dalam mug hitam Lando tersisa tak lebih dari seperempat bagian. Sudah mendingin. Beberapa semut mulai mencium aromanya yang manis dan berbaris memutar di lantai. Berharap masih mendapati sisa-sisa. Lando diam tak peduli. Secangkir angan-angan, entah tentang apa, mengepul hangat di kepalanya. Angan yang melompat-lompat, mulai dari impiannya membuat pameran foto sendiri, keinginan mendalami fotografi di Jerman, hingga angan-angan tentang cinta. Tentang Rara. Bermeter-meter di bawah Lando, denyut sibuk Jakarta teredam oleh gedung-gedung tinggi berlapis kaca. Jalanan mulai tenang dan mengalir. Hampir jam sembilan pagi. Tapi ia masih enggan beranjak. &lt;br /&gt;Ritme hidup yang tak teratur membuat Lando jarang memiliki kesempatan menikmati pagi hari. Bangun sebelum matahari jadi tinggi dan bercengkrama dengan kesunyian bersama secangkir kopi di rooftop, sementara jalanan yang padat dan bising oleh manusia-manusia berebut pergi kerja terasa jauh di luar dirinya adalah sebuah kemewahan. Kini, Lando hampir tak punya kesempatan untuk berkhayal. Meski ia hampir tak pernah sadar ke mana waktunya pergi setiap hari. &lt;br /&gt;Pergi. Kadang ia ingin pergi begitu saja, ke sebuah tempat yang tak dikenalnya. Mungkin ia jenuh, tapi bukankah fotografi adalah dunianya? Ke mana ia bisa berlari dari kamera. Mungkin ia jenuh pada obyek yang dipotretnya. Lando tersenyum tipis. Tapi mereka semua adalah perempuan-perempuan cantik. Mana mungkin ia bosan. &lt;br /&gt;Suara telepon tiba-tiba menyergapnya dari lamunan. Mengembalikannya pada dunia. Jakarta yang sibuk. Hari yang berlari. &lt;br /&gt;Lando ingin membiarkannya, berpura-pura tak mendengar. Tapi ia tak bisa kembali pada angan-angannya. Kemewahan itu sudah meloncat pergi dari kepalanya. Barangkali kini hinggap pada salah satu pucuk pohonan yang mencuat di antara gedung di samping apartemennya. Atau pada salah satu kepala salah satu manusia dalam salah satu gedung perkantoran. Lando menghempas nafas. Kesal. Teleponnya masih terus berbunyi.&lt;br /&gt;Malas-malasan, ia beranjak. Menyambar mug hitam berisi kopi krim yang dibiarkannya sia-sia di lantai, menyemut. Ia menyeret langkah turun. &lt;br /&gt;“Halo?” Tut tut tut tut tut. Terdengar suara nada telepon yang sudah keburu ditutup oleh penelponnya. Lando berdecak kesal. Buru-buru membawa mug di tangannya ke dapur. Semut-semut serakah yang merayah mug membuat tangannya gatal. &lt;br /&gt;Belum sampai diletakkannya mug itu di bak cuci piring, telepon kembali berbunyi. Lando menoleh sedikit. Mengerutkan kening. Lalu melangkah malas menuju telepon.&lt;br /&gt;“Halo?” Sunyi. Tak terdengar suara apapun. Lando mengerutkan kening. Kemudian terdengar suara nafas satu-satu. &lt;br /&gt;“Halo?” Ulang Lando lebih keras. Suara nafas di telepon itu kian tajam dan terbata. Lalu berganti dengan isakan pelan. Membuat perasaan bingung bercampur keragu-raguan merambat pelan di dada Lando. Barangkali itu suara yang sudah dikenalnya.&lt;br /&gt;“Ya?” Ia meneguk ludah.&lt;br /&gt;“Do....” &lt;br /&gt;“Rara? Ada apa? Kamu kenapa, Ra?”&lt;br /&gt;“Aku... mm, pengen ngomong sesuatu ke kamu, Do.”&lt;br /&gt;Lando diam. Menunggu.&lt;br /&gt;“Ak – aku...” Perempuan itu tak melanjutkan kalimat. Suaranya tercekat, menahan tangis yang menggumpal di kerongkongan. &lt;br /&gt;“Maaf, Do. Maaf...” &lt;br /&gt;“Maaf? Kenapa, Ra?” Klik. Tut tut tut. &lt;br /&gt;Kenapa? Pertanyaan Lando tak terjawab. Perasaan itu, ketakutan itu, lagi-lagi menggelembung dalam dadanya, berdegup hampir tak terkendali. Berlomba-lomba dengan tanda tanya yang terus bermunculan. Dengan tangan berkeringat, Lando mencoba menelpon Rara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon yang Anda tuju, sedang tidak....&lt;br /&gt;Lando meletakkan gagang telepon. Kesal dan bertanya-tanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9344334-111565537782004071?l=lubanghitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lubanghitam.blogspot.com/feeds/111565537782004071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9344334&amp;postID=111565537782004071&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/111565537782004071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/111565537782004071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lubanghitam.blogspot.com/2005/05/1-jendela-bidik.html' title='.1 - jendela BIDIK'/><author><name>Miranda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06810346183477661031</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9344334.post-111565495603152690</id><published>2005-05-09T08:58:00.000-07:00</published><updated>2005-05-09T09:09:16.046-07:00</updated><title type='text'>New Novel Streaming: UNGU VIOLET</title><content type='html'>Setelah perjuangan berbulan-bulan, akhirnya novel adaptasi dari film UNGU VIOLET kelar juga dikerjakan.... Leganyaaaa! Hum? Bisa berbulan-bulan?? &lt;br /&gt;! Karena bulan-bulan ini aku sibuk banget dengan begitu banyak hal yang bikin gak bisa intens nulis. Untunglah akhirnya selesai, setelah meluangkan waktu liburan 4 hari di rumah, sehingga sepertiga bagian akhir diperjuangkan selama 3 hari, hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ada streaming-nya, dikasih komennya yah... Ditunggu masukan-masukannya. Makasih banget, loh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9344334-111565495603152690?l=lubanghitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lubanghitam.blogspot.com/feeds/111565495603152690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9344334&amp;postID=111565495603152690&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/111565495603152690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/111565495603152690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lubanghitam.blogspot.com/2005/05/new-novel-streaming-ungu-violet.html' title='New Novel Streaming: UNGU VIOLET'/><author><name>Miranda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06810346183477661031</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9344334.post-111353429405132825</id><published>2005-04-14T19:51:00.000-07:00</published><updated>2005-04-14T20:04:54.056-07:00</updated><title type='text'>Kemana Kau Bawa Aku Pergi?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;dalam basah hujan, kita menepi. sebuah jembatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;memeluk tubuhmu. dekat lagi persimpangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;cuaca yang muram tergelincir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;di dekat kakimu. kau dengar tanyanya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;"Kemana kau bawa ia pergi?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;Tapi kau enggan menjawab. Hanya bibirmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;yang meluntur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;jadi anggur tua; memerahkan pipi, bibir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;dan isi kepalaku. "Kau mabuk?" tanyamu. aku mabuk. ya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;kaukatakan sunyi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;lalu gerit pintu dongeng yang berkarat memanggilku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;serak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;seperti lonceng tua tertatih mengetuk kaca jendela&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;dan terbata menyampaikan sesuatu tak terbaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;kepadamu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;meringkuk di balik selimut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;(malam sudah terlalu tua)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;cahaya merkuri yang lelah terengah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;merebahkan bayangbayang menindih trotoar yang ngantuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;kaukatakan sunyi. lalu muram cuaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;menggeliat dengan gerutu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;"Hujan sudah berhenti," katamu. Kau tertegun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;dengan mata menjala megamega yang bergulung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;di atas kepala. aku tahu. tapi aku enggan menjawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;sudah sejauh ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;aku ingin mengeluh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;Kemana kau bawa aku pergi?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9344334-111353429405132825?l=lubanghitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lubanghitam.blogspot.com/feeds/111353429405132825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9344334&amp;postID=111353429405132825&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/111353429405132825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/111353429405132825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lubanghitam.blogspot.com/2005/04/kemana-kau-bawa-aku-pergi.html' title='Kemana Kau Bawa Aku Pergi?'/><author><name>Miranda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06810346183477661031</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9344334.post-111353331669936237</id><published>2005-04-14T19:39:00.000-07:00</published><updated>2005-04-14T19:48:36.706-07:00</updated><title type='text'>Benarkah?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;bukankah kita saling memandang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;pada suatu malam, di gang sempit: melati bergema&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;di udara - katamu - yang menelisirkan kikihan pelan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tangan di balik lipatan, ceruk membasah berbau &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;purba; dimana kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;bertikai sengit dan menghangus &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;dalam jam - bukankah kita saling memandang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;aku tak tahu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;apa kau tahu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;pada suatu siang. di jarijari jalanan, beberapa pengemis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;henti dan beranjak. kaki lima yang pasrah (barangkali waktu memang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;berhenti. dan kecukupan sudah terbunuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;di perjalanan), perut perih anak jalanan, bau pesing menguap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;dari got, dan siul nakal dari sudut pos ronda: anak muda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;- katamu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Bukankah kita saling memandang?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tak tahu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;barangkali engkau?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sebab belum senja, tapi sudah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kusalibkan tubuhku di atas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tubuhmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;(benarkah kita saling memandang?)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9344334-111353331669936237?l=lubanghitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lubanghitam.blogspot.com/feeds/111353331669936237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9344334&amp;postID=111353331669936237&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/111353331669936237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/111353331669936237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lubanghitam.blogspot.com/2005/04/benarkah.html' title='Benarkah?'/><author><name>Miranda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06810346183477661031</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9344334.post-111037010682307067</id><published>2005-03-09T04:03:00.000-08:00</published><updated>2005-03-09T04:08:26.826-08:00</updated><title type='text'>adakah engkau?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;color:#33ccff;"&gt;adakah engkau?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#33ccff;"&gt;mimpi yang tibatiba terjatuh dan lari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#33ccff;"&gt;dari ranjangkecilku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#33ccff;"&gt;setiap pagi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#33ccff;"&gt;sebab selalu -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#33ccff;"&gt;jarijariku terlampau rapuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#33ccff;"&gt;untuk sekadar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#33ccff;"&gt;menjamah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#33ccff;"&gt;wajahmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#33ccff;"&gt;[dan luka itu bernanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#33ccff;"&gt;di dadaku]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9344334-111037010682307067?l=lubanghitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lubanghitam.blogspot.com/feeds/111037010682307067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9344334&amp;postID=111037010682307067&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/111037010682307067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/111037010682307067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lubanghitam.blogspot.com/2005/03/adakah-engkau.html' title='adakah engkau?'/><author><name>Miranda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06810346183477661031</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9344334.post-110845797026686262</id><published>2005-02-15T00:53:00.000-08:00</published><updated>2005-02-15T20:03:58.930-08:00</updated><title type='text'>tengah malam</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;adalah tengah malam yang tak pernah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;menangkap bayangmu. ketika angin kehilangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;nada dalam siutnya, dan burung-siang bahkan terlalu lelah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;untuk bermimpi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tak ada yang pergi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;mencari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tapakmu. bahkan sunyi. tetapi bukankah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sunyi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;memang tak pernah pergi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;(bahkan tak dalam mimpiku.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;katamu tengah malam; sejarah yang terhenti dan lahir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kita yang bicara dalam bisu, terengah berbisik:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;apa yang bermain di balik &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;selimutmu, kekasih?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;(sebab di sini, ada yang terlalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ingin diingat, dan tengah malam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;selalu bersijingkat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;meninggalkannya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tanpa suara)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9344334-110845797026686262?l=lubanghitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lubanghitam.blogspot.com/feeds/110845797026686262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9344334&amp;postID=110845797026686262&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/110845797026686262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/110845797026686262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lubanghitam.blogspot.com/2005/02/tengah-malam.html' title='tengah malam'/><author><name>Miranda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06810346183477661031</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9344334.post-110705775131674303</id><published>2005-01-29T19:59:00.000-08:00</published><updated>2005-01-29T20:50:16.556-08:00</updated><title type='text'>whatta life</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari ini lagi-lagi terbangun gara-gara mimpi yang nggak enak. Setelah semalam yang galau karena monitor tibatiba 'gagal' menyala &lt;em&gt;after-booting&lt;/em&gt; [entah kenapa], sementara setumpuk kerjaan musti kelar hari ini juga. &lt;strong&gt;Gosh!&lt;/strong&gt; [Tuhan, -- atau tukang servis komputer, tepatnya -- jangan bilang &lt;em&gt;harddisk&lt;/em&gt;-ku jebol....]&lt;br /&gt;Dan sepagi ini aku sudah terdampar di warnet, mencoba membuat diri sendiri senang, tanpa sedikit pun merasa lapar padahal cacingcacing di ususku sudah mulai mengangkat papanpapan demo mereka dan 'tereak-tereak'.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Whatta life&lt;/em&gt;(?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Am I alive w'o my computer? hiks... [weep]&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Lupakan.&lt;br /&gt;Minggu depan, Sihir Cinta naik cetak. Senangnya! &lt;em&gt;While&lt;/em&gt;, ada pentas monolog "Matinya Seorang Pejuang" yang mesti disiapin juga. &lt;em&gt;While&lt;/em&gt;, dah mulai semester baru, krs, 'n &lt;em&gt;another boring class&lt;/em&gt; dengan adek-adek yang belia...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gosh.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Whatta life&lt;/em&gt;(!)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9344334-110705775131674303?l=lubanghitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lubanghitam.blogspot.com/feeds/110705775131674303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9344334&amp;postID=110705775131674303&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/110705775131674303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/110705775131674303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lubanghitam.blogspot.com/2005/01/whatta-life.html' title='whatta life'/><author><name>Miranda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06810346183477661031</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9344334.post-110646991085850992</id><published>2005-01-23T01:29:00.000-08:00</published><updated>2005-01-23T00:45:10.856-08:00</updated><title type='text'>Mimpi Semalam</title><content type='html'>Pernah terbangun terlalu pagi sekaligus terlalu siang di suatu hari karena mimpi? Terbangun, tercenung, lagilagi tertidur, terseret dalam pusaran mimpi yang sama yang masih terus menarik-narikmu ke dalam dan termuntahkan ketika matahari sudah terlalu tinggi dengan perasaan absurd menggelembung di kepala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang, kita hampir tak bisa memilah reaksi rasa terhadap mimpi dan realita, meski lantas terlupakan. Jadi serpih terbuang yang menggunung di otak, sampai suatu hari seseorang berkata pada kita: U got a tumor on ur brain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali, seorang sahabat bermimpi dirinya adalah seorang lesbian, yang dalam tidurnya menggumuli seorang perempuan. Ia terbangun dengan perasaan aneh terhadap dirinya sendiri, tetapi seharian itu jantungnya selalu berdetak lebih kencang ketika matanya beradu dengan mata perempuan. Libidonya menetes melihat belah dada perempuan lain, yang juga ada di dadanya sendiri. Obsesi terpendam? Ketakutan terpendam? Kesadaran terpendam? Masa depan yang terpendam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah.&lt;br /&gt;Benarkah mimpi adalah segala yang terpendam; terbuang; terlupakan; tertirikan?&lt;br /&gt;Aku ingin sekali bilang tidak.&lt;br /&gt;[setelah mimpi semalam]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9344334-110646991085850992?l=lubanghitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lubanghitam.blogspot.com/feeds/110646991085850992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9344334&amp;postID=110646991085850992&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/110646991085850992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/110646991085850992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lubanghitam.blogspot.com/2005/01/mimpi-semalam.html' title='Mimpi Semalam'/><author><name>Miranda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06810346183477661031</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9344334.post-110638294399463192</id><published>2005-01-22T01:29:00.000-08:00</published><updated>2005-01-22T00:37:58.793-08:00</updated><title type='text'>Intro: Di Mana Aku? (taken from "Sihir Cinta")</title><content type='html'>&lt;em&gt;Namaku Rhein Prabasnaya.&lt;br /&gt;Hampir dua tiga.&lt;br /&gt;Semester lima sebuah kampus di Jogja. Sempat berhenti sekolah dua tahun selepas SMU. Memberontak.&lt;br /&gt;Aku tinggal sendiri. Aku tak suka keramaian.&lt;br /&gt;Liarkah aku? Tidak. Kata orang-orang,&lt;br /&gt;aku cuma aneh. Kataku?&lt;br /&gt;Tidak.&lt;br /&gt;Aku cuma tahu lebih dulu dari mereka.&lt;br /&gt;Anehkah?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Keramaian. Manusia-manusia berkerumun. Hingar musik yang berdentam. Orang-orang dengan nomer antrian. Bola kristal. Seekor kucing hitam mengeong di kaki meja bundar. Rhein tercengang. &lt;em&gt;Di mana aku?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Manusia hilir mudik di sekitarnya dalam waktu yang kabur. Baur. Lambat. Rhein memandang dirinya sendiri. Pakaiannya aneh. Telinganya berat. Rhein merabanya. Dua anting bundar melekat di sana. Roknya berat. Berumbai, warnanya merah tua. Baju kerut berenda. Rambut tergerai di balik balut bandana. Bibirnya ‘tebal’. Rhein merabanya. Lipstik ungu tua tersisa di telunjuknya. Seperti gypsi. &lt;em&gt;Gypsi? Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Komidi putar berlampu warna-warni mendesirkan musik kanak-kanak sampai ke telinganya. Berbisik: “Mainlah.... mainlah.... Mari bermain!” Rhein tercengang. Arena yang riuh. Kerlap-kerlip. Hingar musik bercampur dengan pekik orang-orang bercampur dengan bau keringat bercampur dengan lembar-lembar kertas bernilai keluar dari saku dan dompet bercampur dengan bau arum manis bercampur dengan teriakan para penjaja. &lt;em&gt;Pasar malamkah ini?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Seorang perempuan berjalan mendekat. Tersenyum padanya. Rhein mundur. Membentur kursi. Kucing hitamnya mengeong. Lima detik mereka berpandangan. Rhein mengenalinya. Salah satu teman. Satu angkatan di kampus. &lt;em&gt;Siapa namanya?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;“Siapa namamu?” tanyanya. Terlontar begitu saja. Perempuan itu mengerutkan kening. Heran.&lt;br /&gt;“Becanda kamu, Rhe?”&lt;br /&gt;Rhein diam. Perempuan itu seperti sudah mengenalnya. Apa aku kenal dia? Rhein menggigiti kukunya kikuk. Mengingat-ingat dengan mata melamun. Perempuan itu mengibas-ngibaskan tangan di depan matanya.&lt;br /&gt;“Halo? &lt;em&gt;Kangslupan&lt;/em&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/app/post.pyra?blogID=9344334#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; ya, Rhe? Aku Mita, hei!!” katanya. Rhein masih melamun. &lt;em&gt;Mita? Siapa ya...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Mita tak peduli. Menyalakan lilin di sudut-sudut meja.&lt;br /&gt;“Udah siap, ‘Bu? Antriannya dah panjang.” Mita pergi tanpa menunggu jawaban. Entah untuk apa, Rhein mengangguk. Menganggap alasan dan ingatan tentang Mita terselip pada laci otak yang berbeda. Entah untuk apa, Rhein duduk di belakang bola kristal. &lt;em&gt;Ngapain sih, aku?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Kucing hitamnya mengeong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Ini stand ramal, ‘Bu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhein tersentak.&lt;br /&gt;“Siapa yang ngomong??”&lt;br /&gt;Kucing hitamnya mengeong lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;It’s me, it’s me.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhein memandangnya tak percaya. Kucing?? Ngomong?&lt;br /&gt;“Bo’ong!”&lt;br /&gt;Kucing itu tak bergeming. Menguap bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Aku Nimbus. Kucingmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nimbus? Aku punya kucing?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Rhein menggeleng-gelengkan kepala. Sesuatu mungkin korslet di kepalanya, kalau ia kehilangan begitu banyak ingatan. Lupa seorang teman bernama Mita, lupa punya kucing bernama Nimbus, lupa di mana dan untuk apa dia di sini.... Rhein memandang sekeliling dengan takjub. &lt;em&gt;Stand ramal?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Seseorang menerobos masuk. Laki-laki. Tersenyum padanya.&lt;br /&gt;“Hai Rhe....”&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Lagi-lagi orang yang aku lupa?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Rhein memandangnya baik-baik. Stimulus yang diangkut susah-payah oleh &lt;em&gt;neuro-transmitter&lt;/em&gt; di otaknya. Pelan-pelan ia ingat. Laki-laki itu bernama Ary Suta. &lt;em&gt;Lalu?&lt;/em&gt; Cuma itu yang berhasil diingatnya.&lt;br /&gt;“Hai, Ry.” Entah bagaimana Rhein bisa menjawab. Dan tersenyum.&lt;br /&gt;Lalu waktu berputar cepat dan terbalik. Seperti film yang diputar dari belakang. Rhein tak bisa mengejarnya. Tiba-tiba Mita sudah berdiri di depannya lagi.&lt;br /&gt;Rhein sempat meraba bibirnya. Ada sesuatu yang terjadi, kah tadi? Seseorang...menciumku? Ia hendak bertanya pada Mita, tapi ketika mulutnya terbuka gadis itu malah mengangsurkan ponsel.&lt;br /&gt;“Gus,” katanya.&lt;br /&gt;Ponsel itu berpindah tangan. Rhein berbalik menghadap dinding. Bicara dengan canggung dan bingung.&lt;br /&gt;“Gus?”&lt;br /&gt;“Kamu di mana, Rhe? Aku di Kafé Coklat sekarang. Kita janjian sore ini, inget kan?”&lt;br /&gt;“Kafé Coklat? Tapi, aku....”&lt;br /&gt;“Jangan lama-lama ya, Rhe. Aku udah ngabisin lima choco-latte nih! Bye.”&lt;br /&gt;Klik.&lt;br /&gt;Rhein tergugu. Tak tahu mana yang benar. Stand ramal, atau kafé Coklat? Tak mungkin keduanya sekaligus.&lt;br /&gt;Ia berbalik bingung. Lagi-lagi ingin bertanya pada Mita. Tapi tak ada Mita di sana. Rhein hanya menemukan...&lt;br /&gt;“Dinka??”&lt;br /&gt;Seorang gadis cantik bersidekap memandangnya. Tersenyum sinis. Memandangnya dari atas ke bawah. Sesuatu dalam matanya membuat perasaan benci merambat pelan dari ulu hati ke tenggorokan Rhein.&lt;br /&gt;Suara komedi putar meruyak telinga. Dinka menggumamkan sesuatu. Rhein tak dengar. Tapi ia paham: gumaman Dinka tak disukainya. Tiba-tiba ruangannya seperti mengecil. Nimbus meloncat. Mengeong keras. Rhein merasa sesak. &lt;em&gt;Udara segar, aku butuh udara segar....&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ia berlari keluar tenda.&lt;br /&gt;Di luar, orang-orang menatapnya. &lt;em&gt;Aneh. A-neh&lt;/em&gt;. Dengung suara mereka memenuhi telinga Rhein. Pendar lampu warna-warni jatuh di matanya, membuat Rhein silau. Ia berlari. Mendekati panggung. Sebuah group band sedang pentas. Begitu riuh. Menggendam telinganya. Rhein merasa pusing. Bumi berputar. Pingsan... Aku nggak mau pingsan!&lt;br /&gt;“Tolooongg....!!” jeritnya. Tak ada yang mendengar. Hingar musik menggendam telinganya. Ia, sia-sia dan sendirian. Tubuh Rhein melimbung. Ia yakin ia akan jatuh. Tapi,&lt;br /&gt;seseorang menangkapnya dari belakang. Lengan kukuh itu memeluk tubuhnya.&lt;br /&gt;“Hati-hati, Ray...”&lt;br /&gt;Rhein menoleh. Terpekik gembira.&lt;br /&gt;“Reza!!”&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cuma Reza yang manggil aku’Ray’....&lt;br /&gt;Reza... Cuma Reza...&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Lalu wajahnya terasa terang dan panas. Silau.&lt;br /&gt;Seperti sorot lampu par 1000W.&lt;br /&gt;Rhein menutup wajah dengan tangan. Tapi panas itu menembus kulit tangannya. Rhein bergumam.&lt;br /&gt;“Reza, silau....”&lt;br /&gt;Terusik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terbangun. Matahari menerobos dari celah tirai jendelanya. Menimpa wajahnya. &lt;em&gt;Pantas....&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Sudah pagi.&lt;br /&gt;Rhein duduk di tempat tidur dengan perasaan bingung.&lt;br /&gt;“Mimpinya aneh banget, sih?” Rhein mencoba mengingat-ingat. “Ada Dinka. Nimbus.... Nimbus itu kan kucingnya Tante Rima? Terus... Mita.... o iya, inget.&lt;br /&gt;Tapi... Reza? Gus? Dan... Ary Suta??”&lt;br /&gt;Rhein masih duduk bersandar di kepala ranjangnya.&lt;br /&gt;Bingung karena memimpikan orang-orang yang tak dikenal,&lt;br /&gt;tapi meninggalkan jejak yang bergaung di kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/app/post.pyra?blogID=9344334#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; kesurupan&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9344334-110638294399463192?l=lubanghitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lubanghitam.blogspot.com/feeds/110638294399463192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9344334&amp;postID=110638294399463192&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/110638294399463192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/110638294399463192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lubanghitam.blogspot.com/2005/01/intro-di-mana-aku-taken-from-sihir.html' title='Intro: Di Mana Aku? (taken from &quot;Sihir Cinta&quot;)'/><author><name>Miranda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06810346183477661031</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9344334.post-110637145579826102</id><published>2005-01-21T21:04:00.000-08:00</published><updated>2005-01-22T22:26:19.456-08:00</updated><title type='text'>kabang burur sastra pop</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Yuuhuuu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Mau ngasih kabar nih, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;setelah kemaren 'berhasil' [xixixi...] nulis novel adaptasi &lt;em&gt;Dara Manisku&lt;/em&gt;, bentar lagi novelku yang baru terbit juga. Judulnya &lt;em&gt;Sihir Cinta&lt;/em&gt;, diterbitkan masih oleh penerbit yang sama: GagasMedia. Mohon doa dan dukungannya, ya.... [kalo kritik 'n saran kaya'nya dah gak perlu disebut deh -- itu sih wajib hukumnya]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Trus trus,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Kemarin aku abis jalan-jalan ke Bandung, kotanya Icha, Ninit 'n Adhit. Ikutan grand opening-nya toko buku QB Setiabudhi. Seru.... Ketemu banyak penulis Bandung yang oke-oke macam Icha, Danni, Ninit... sampe penulis-penulis senior macam Dee, Djenar, Eka Kurniawan, Rudy Gunawan 'n Richard Oh. Tambah teman dan wawasan banget, judulnya. Juga talkshow di beberapa radio Bandung. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Aku seneng karena temen-temen Bandung apresiasinya bagus banget terhadap penulis-penulis baru, dan tulisan pop. Soalnya, tanpa reaksi macam temen-temen Bandung, sastra pop nggak akan tumbuh kaya' yang sekarang terjadi. Moga-moga aja respon macam ini nggak cuma ada di Bandung. Soalnya, yakin banget deh banyak penulis muda Indonesia yang berpotensi. Sayang banget kan kalau akhirnya potensinya mati gara-gara kurang di-apresiasi, apalagi 'dimatiin' ama kritikus-kritikus sastra dalam 'menara gading sastra Indonesia'...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Ya deh,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;btw, aku nunggu banget komen temen-temen soal sastra pop, atau apapun, lah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;muah muah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Miranda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9344334-110637145579826102?l=lubanghitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lubanghitam.blogspot.com/feeds/110637145579826102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9344334&amp;postID=110637145579826102&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/110637145579826102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/110637145579826102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lubanghitam.blogspot.com/2005/01/kabang-burur-sastra-pop.html' title='kabang burur sastra pop'/><author><name>Miranda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06810346183477661031</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9344334.post-110638249826384765</id><published>2005-01-21T01:23:00.000-08:00</published><updated>2005-01-22T00:45:11.796-08:00</updated><title type='text'>"Sihir Cinta", last bite</title><content type='html'>Jogja berkabut. Selepas hujan. Jalan-jalan masih basah. Dingin. Rhein menggigil. Memutar kunci pintu depan rumah dan membukanya. Gelap. Ia menekan tombol lampu. Memandang ke dalam rumahnya penuh rasa kangen. Tak ada tempat senyaman rumah, memang.&lt;br /&gt;Tak ada Nimbus. Sosok yang dikangeninya terus-terusan – selain Reza – selama di Jakarta. Ah. Rhein kangen. Ia memang menitipkan Nimbus di rumah Tante Rima – dengan berat hati selama SP. Sesaat kemudian menyesal, kenapa tadi sebelum pulang tak mampir sekalian di rumah Tantenya untuk mengambil Nimbus. Toh dekat. Tapi hari memang sudah larut.&lt;br /&gt;Sudah setengah sepuluh malam. Rhein membuat secangkir kopi susu hangat. Menyalakan lilin dan membakar dupa aromaterapi; memanjakan diri. Sejenak mandi dengan air hangat yang barusan dijerangnya. Kini, gadis itu bengong di sofa. Menatap kosong televisi yang menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ckk. Ngapain ya?&lt;br /&gt;Nggak ada Nimbus, sepi nih. Nggak ada temen ngobrol....&lt;br /&gt;Apa telpon Mita aja, ya?&lt;br /&gt;...Tapi dia pasti capek.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Rhein memiringkan tubuh. Menyelonjorkan kaki di sofa. Meraih &lt;em&gt;mug&lt;/em&gt; dan menyesap sedikit demi sedikit kopi susu-nya. Membiarkan kehangatan menjalari seluruh tubuhnya yang kedinginan.&lt;br /&gt;Tiba-tiba mendapat ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia beranjak ke meja bundar. Menyalakan lampu besar. Mempersiapkan kertas surat warna biru muda dan pena. Lalu mulai menulis sambil merokok tenang-tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dear Nimbus,&lt;br /&gt;Kalo kamu ada di sini sekarang dan ngedengerin ceritaku tentang perjalanan di Jakarta kemaren, kamu pasti bakalan terkekeh-kekeh ngetawain aku. Well, apa yang udah aku alami emang bodoh, sih. Seperti yang kamu liat sehari-hari, aku masih aja Rhein goblok yang nggak becus cari pacar. Kadang-kadang aku iri sama kamu, yang sesimpel itu, bisa kawin seenaknya sama Pinky-jelekmu. He he...&lt;br /&gt;Kamu tau? Sepanjang perjalanan aku terus bermimpi muluk-muluk tentang Reza. Tentang aku dan dia. Aku bahkan berharap akan jadi pacarnya sepulang dari sana. Dan tau apa yang kudapat di depan mataku?&lt;br /&gt;Dia udah punya istri [lagi]. Haha. Kaciaan deh, gue.&lt;br /&gt;Tapi, nggak tau ya...&lt;br /&gt;Ternyata rasanya nggak sesakit waktu aku pergi ninggalin Ary kemaren. Yang ada sebenernya kesel campur gondok. Kesel karena ngerasa tertipu, karena ngerasa cuma dijadiin objek sama dia, karena bodoh banget berharap sudah menemukan ‘prince charming’-ku...&lt;br /&gt;I just wondering.... apa aku bener-bener jatuh cinta sama Reza? Hh, well... Reza emang perfect, sih. Tapi kupikir.... aku cuma butuh dia untuk mem-ban Ary Suta dari hidupku, sebenernya. Aku butuh dia untuk jadi pembuktian ke semua orang. Bahwa aku bisa punya pacar. Bahwa aku bukan freak (padahal so what gitu loh, dengan being freak??). Bahwa aku nggak ngerebut Ary Suta dari Mita. Sedang perasaanku sendiri?&lt;br /&gt;Entahlah. Mungkin perasaanku udah mati begitu aku mutusin untuk ninggalin Ary demi Mita. Mungkin, Reza nggak lebih dari pelarian. Sebuah tempat singgah yang manis – sebagaimana dia menganggapku. Karena sekarang aku bisa menerima kenyataan dengan lapang dada.&lt;br /&gt;Bagaimanapun, Reza udah memberiku pelajaran berharga. Sesuatu yang nggak ternilai: kejujuran pada diri sendiri. Sesuatu yang belum berani kulakukan untuk diriku sendiri.&lt;br /&gt;Toh, perasaan manusia memang dinamis, Nimbus. Itu yang menjadikannya makluk yang rumit. Aku nggak bisa nyalahin Reza. Nggak ada yang bisa ngelarang hati sendiri dari jatuh cinta sama seseorang yang baru. Toh, perasaan, cinta, itu semua anugerah dari Atas yang mestinya disyukuri, bukan disesali. Aku nggak berhak marah sama dia. Karena nggak pernah ada komitmen apa-apa antara aku dan dia. Karena dia nggak pernah menuntut lebih. Dan, apa salahnya dengan kejujuran?&lt;br /&gt;(Ngomong-ngomong soal kejujuran, sejujurnya, aku masih belum bisa mengenyahkan si lelaki-senja dari kepalaku sepenuhnya. Tapi..... udahlah.)&lt;br /&gt;Nah. Mungkin aku emang kudu berdamai dengan kenyataan, ya. Kalo emang jatahnya belum boleh punya pacar, kenapa mesti maksa? Kan konon, manusia diciptakan sudah dalam keadaan berpasang-pasangan. He he....&lt;br /&gt;Just wait ‘n see, lah.&lt;br /&gt;Sekarang, aku mungkin cukup senang dengan ngeliat kamu pacaran sama Pinky. Lain kali, aku akan bikin kamu ngiri. Kalo udah dateng saatnya.&lt;br /&gt;Well....&lt;br /&gt;Anyway, aku [ternyata] kangen sama kamu, selama di Jakarta. Tuh, aku bawain kamu boneka tikus-tikusan buat main, kalo lagi nggak ngapel ke tempat Pinky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya udah.&lt;br /&gt;Jangan nakal, ya! ‘n kalo ketemu Pinky, bilang sama dia supaya minta bikinin bubur beras merah sama ‘ibunya. Mau ganti nama jadi Brownies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nite-nite, Nimbus-ku sayang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang t’cinta,&lt;br /&gt;Rheinaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhein melipat kertas itu hati-hati. Memberi segel stiker bentuk ‘love’ merah hati. Meletakkannya di atas meja bundar.&lt;br /&gt;“Kamu bisa baca kan, ‘Mbus? Kalo belum, besok aku ajarin dulu, deh.” Rhein tersenyum bahagia. Menguap panjang.&lt;br /&gt;Ia memutuskan untuk tidur. Mematikan TV dan menyalakan radio sebagai gantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“....datang buat temen-temen Komunikasi yang baru balik dari Jakarta, Suta nungguin oleh-olehnya, yak! He he.... Capek pasti. Tapi bersyukurlah, kita masih bisa ngerasain capek, marah, dan macem-macem perasaan lain. Perasaan itu kan anugerah Tuhan yang mesti disyukuri, iya nggak? Ciee, jadi sok filosofis gini, deh. Biasa, kumat.&lt;br /&gt;Oke, deh. Daripada ngomongnya kepanjangan, Suta pengen puterin lagu keren. Spesial buat temen-temen yang pada baru balik dari Jakarta. Yang nggak sempet ngeliat bunga-bunga di tepi jalan – Jakarta adanya gedung melulu, hehe – tetep di Univoice, here it is: Duta, &lt;em&gt;Bunga di Tepi Jalan&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara mata yang memberat, Rhein mengangguk di balik selimut.&lt;br /&gt;“Iya, Ry. Bener, perasaan emang anugerah. Dan kamu....anugerah terindah yang pernah kumiliki....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9344334-110638249826384765?l=lubanghitam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lubanghitam.blogspot.com/feeds/110638249826384765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9344334&amp;postID=110638249826384765&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/110638249826384765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9344334/posts/default/110638249826384765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lubanghitam.blogspot.com/2005/01/sihir-cinta-last-bite.html' title='&quot;Sihir Cinta&quot;, last bite'/><author><name>Miranda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06810346183477661031</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
